TENTANG THF


Dalam perkembangan yang semakin kompleks, cepat, dan tak terduga, kita semakin memerlukan informasi dan analisa yang tajam dan tepat sasaran.
The Hikam Forum (THF) menyajikan wacana & analisa tentang perkembangan yang terjadi di ranah politik, sosial, dan budaya pada lingkungan strategis tingkat nasional, regional, dan global. Motto THF adalah "Veritas vos liberas" (kebenaran itu membebaskan). Komitmen THF adalah memperjuangkan, mempertahankan, dan mengembangkan nilai-nilai dan praktik terbaik dalam Demokrasi, Hak-hak Asasi Manusia, Pluralisme, dan Perdamaian. (MASH)

Friday, February 3, 2012

PENGAJIAN KH. MARZUKI MUSTAMAR, TAMBAK BERAS, JOMBANG TENTANG MTA



Catatan THF:

Ceramah ini tentu harus ditelaah secara kritis, karena berisi statemen-statemen yang sensitif. Dipersilahkan untuk memberikan komentar dengan tetap mengedepankan kesopanan. (MAS Hikam)

53 comments:

Anonymous said...

Pak Hikam,setelah saya mendengar isi pengajian dari KH.marzuki mustamar, serta mengikuti/mendengar isi pengajian yg disampaikan oleh A Sutina dari mta, saya sama sekali tidak percaya jika ustad A Sutina ketua mta menyampaikan hal-hal sebagaimana yg diutarakan oleh KH Marzuki, untuk fairnya saya saran bapak untuk mendengarkan atau membaca brosur yg bisa di download dari mta. dari apa yang saya dengar dan baca sama sekali berbeda dari apa yg dituduhkan oleh KH Marzuki, Saya berharap KH Marzuki tidak asal ngomong dan dapat menyampaikan bukti berupa rekaman, tulisan atau foto bahwa Ybs. pernah bertemu dgn ustad A Sukina sebagaimana yg ia sampaikan dalam ceramahnya. Kalau tidak, maka apa yg disampaikan KH Marzuki akan menjadi fitnah yg teramat keji, yg tidak pantas disampaikan oleh seorang kyai.

Widodo said...

komentar saya cuma 2:

01. FITNAH PARAH AKUT
02. EFEKNYA LUAR BIASA, MENGOBRAK-ABRIK UMMAT !

wojo said...

Dengarkan juga Kajian Rutin Ahad Pagi MTA tgl 29 Januari 2012, sekaligus klarifikasi dari Ketua Umum MTA mengenai kejadian di Kudus:

http://mtafm.com/mp3/120129_Jp.mp3

THE HIKAM FORUM said...

@Wojo: Saya mencoba menggunakan link yg anda berikan, tetapi tdk ada. Yang ada adlh Ki Joko Goro-2. Apakah itu link yang sama?

cakep-dhewe said...

http://mtafm.com/mp3/120129_Jp.mp3
ADA KOK PAK .SAYA SDH DOWNLOAD

Anonymous said...

Membaca berita-berita tentang pembubaran pengajian MTA di Kudus dari media cetak dan elektronik , serta mendengar pengajian KH.Marzuki Mustamar, tersirat justru kader NU lah (dhi. KH Marzuki) yang terlihat tidak Menyukai keberadaan pengajian MTA,dengan menyebar berita bohong/fitnah bukan sebaliknya. Saya berharap kader NU tidak mudah terpancing dengan berita-berita bohong atau fitnah, hendaknya diteliti dahulu sekalipun berita itu disampaikan oleh seorang kyai.

bumi awang awung said...

assalamualaikum dulur.......

rahayu kang hikam......
menurut saya agama adalh urusan pribadi dengan yang punya Agama.
kembali pada nurani dan menjauhkan mem vonis ajaran tertentu. lakum dinukum waliadin.........
dan bagi yang mau berfikir terdapat kebesaran Alloh SWT belajar dari kitab teles dan kitab garing (alam semesta.dan islam bukan milik orang/budaya arab, rahmatan lil alamin.
monggo bareng" belajar BISMILLAH RAHMAN RAHKIM. MOHON MAAF SAYA YG BODO ini berkomentar.....
dan hati hati ada kepentingan memecah belah islam di dunia ini.
dan jaman wis akhir......
wassalam......

Anonymous said...

Pak Hikam, saya sarankan sebaiknya topik mengenai pengajian KH Marzuki ini ditutup/dihapus saja, karena lebih banyak mudaratnya ketimbang maslahatnya.

den bagus said...

hello kang.. salam.

Aku tdk mengerti, setan mana yg nempel org ini. Semua yg disampekan tidak ada yg bener satupun. Aku org sukoharjo. Ttg penjual sate anjing berjilbab? kucari tdk ada 1 pun. Ttg org MTA haram shalat di masjid NU, eh nyatanya pengurus2 cabang + warga MTA berbaur makmuman di masjid terdekat tnp peduli NU/Muh, bahkan imamnya sbagian subuh pake qunut - warga Mta tetep mau jd makmum. Ttg blakang masjid kuburan haram, di Masjid MTA Grogol-3 Sukoharjo ada kuburannya nempel masjid. Dan dari bahasa yg kasar, aku yakin org ini tidak bermoral dan beraklaq sesuai dicontohkan Rasulullah. Smoga Allah memberi hidayah kepadanya. Kasihan dia, tokoh NU? mau di bawa kemana warganya.

THE HIKAM FORUM said...

@Anonymous: Trims atas sarannya, namun saya memilih utk membuka saja agar bisa menjadi sarana dialog yang produktif dan fair.

Anonymous said...

Saya bisa memahami jika warga NU keberatan dengan da'wah yang disampaikan MTA, namun penyampaian keberatan melalui demo/pemberhentian pengajian MTA oleh sebagian warga NU di KUDUS menjadi kampanye yang sangat tidak produktif buat NU, terlebih apabila rekaman pengajian yg disampaikan oleh KH Marzuki menjadi dasar untuk membubarkan pengajian MTA. Disisi lain isi pengajian yg disampikan oleh KH Marzuki tersebut sangat tidak santun, menghujat dan tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Rekaman ini dapat menimbulkan rasa tidak simpatik masyarakat terhadap warga NU, dan sebaliknya menjadi kampanye yang menguntungkan bagi MTA, karena akibat pembubaran pengajian MTA dan rekaman tsb. membuat MTA menjadi pihak yang terzolimi yang dilakukan oleh warga NU.

THE HIKAM FORUM said...

Saya minta maaf kepada yg menulis komentar terlalu panjang, atau yg mulai bersifat menghujat, tidak saya siarkan (MAS Hikam, THF).

Hadi Satari said...

Semoga Allah SWT mengampuni kekhilafan beliau. Ustadz Ahmad Sukina sudah memaafkan siap saja yang memfitnah dan menghujat beliau walaupun tidak dimintai maaf termasuk pada KH Marzuki ini. Kita sebagai umat musim tidak perlu emosi mendengar ceramah tsb. Tetap jaga kerukunan.

zaenal said...

Saya mendengar rekaman Kyai Marzuki Mustamar yang menyebut MTA dan Organisasi lainnya, saya juga link ke mta dan menyimak isinya. Saya sangat sesalkan ucapan yang menjelek-jelekkan sesama muslim. Padahal sesama muslim adalah bersaudara.

nip0nk said...

tapi sayang anda sendiri tidak fair hanya menampilkan komen2 yg mendukung MTAnya A.sukino tanpa menampilkan komen2 penyanggah. sangat2 tidak fair mas brow

THE HIKAM FORUM said...

@niponk: Semua yang menyanggah maupun yg membela KH Marzuki saya tampilkan, jika tdak terlalu panjang dan santun. Saya kira masalahnya adalah yg membela KH Marzuki sedikit, masih kalah dg yg menyanggah.

Saya sendiri yg orang NU risi dengan pengajiannya KH Marzuki. Sebagai penganut Gusdurians, saya selalu berusaha mengikuti cara Gus Dur (Allah yarkhamhu)dlm berbeda pendapat. Setahu saya selama bergaul dengan beliau lebih dari 20 th sampai beliau kapundhut, saya tdk pernah melihat, mendengar, atau membaca GD bicara membawa "kebun binatang".

Bagi saya, pengajian tersebut justru menjadi iklan gratis menunjukkan betapa rendahnya kualitas pengajian NU, tidak santun dan informasinya juga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Saya terus terang mendengarkan pengajian MTA lewat Radio MTA FM dua hari lalu. Memang saya berbeda pendapat ttg beberapa pandangan MTA, tetapi saya sama sekali tdk mendengar ada hujatan, apalagi kata-kata kotor dr Pak Ustadz Sukina. Saya kira lebih baik tabayyun dan saling sepakat untuk tidak sepakat dlm beberapa penafsiran, tetapi tdk perlu saling hujat. Apalagi ancaman kekerasan.

Trims (kalau anda dkk mau mengomentari balik saya dan MTA silahkan saja).

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr. wb,
Ternyata menerima perbedaan itu tidak semudah yg diomongkan, apalagi kl dlm perbedaan tsb ada kepentingan nafsu, pengaruh, kedudukan dll, sehg org terhormatpun (pak kyai) lupa kl bicara hrs didukung data dan fakta (budaya ilmiah ya Dr.Hikam), pdhl p kyai juga dosen tuh (nguji skripsi juga), jd ingat nasehat nabi saw : ngomong yg baik atau diam saja, gimana pak Dr?

Budi Arif said...

Pak Hikam, mohon difasilitasi terkait tudingan KH Marzuqi Mustamar terhadap penghalalan anjing dari MTA.
1. Sumber KH Marzuqi Mustamar darimana?
2. Mohon antara MTA dan NU dialog yang fair dalam satu tempat yang difasilitasi oleh akademik. Biar ilmiah.

THE HIKAM FORUM said...

@Budi: Saya tidak memiliki kapasitas maupun fasilitas untuk itu. Anda bisa menulis surat kepada pihak terkait, misalnya PWNU Jatim, PWNU Jateng, MUI Jatim-Jateng, dll agar menjadi moderator yg bail. Atau bisa juga ke UIN/IAIN yg mungkin lebih akademis. Trims.

Anonymous said...

Saya sering mengikuti pengajian KH Marzuki Mustamar. beliau orang yang sangat sederhana, tawadlu dan wira'i. tdk banyak kyai yg seperti beliau.. sya juga sangat menyayangkan komentar kalian yg hanya dengan melihat video itu langsung menjustis siapa KH marzuki Mustamar.. dialog yang baik memang menjadi solusi.. beliau banyak memberikan pelatihan ke-Nu-an di daerah jateng, banyak laporan dari masyarakat tentang MTA yang menghalalkan anjing.. bahkan beliau pernah di sowani oleh mantan MTA dan membenarkan bahwa A Sukina memmfatwakan penghalalan anjing.. bisa juga akhi fillah mencari pengajian habib abu bakar tentang MTA..

info utk pak Hikam.. KH Marzuki juga punya jama'ah pengajian al-hikam, selain itu beliau juga penggagas pengajian cangkrukan Gus Dur..

Moch. Sholeh said...

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sahabat2 semua sekalian (termasuk Pak Hikam)

Apakah dialog ini akan lebih baik dilanjutkan dengan Mempertemukan 2 Kader tsb (KH. Marzuki & Drs. A. Sutina) yang bisa di fasilitasi oleh MUI (Baik Pusat/Daerah (Jatim-Jateng)NU, MTA, Tokoh2 Ulama' dst...) supaya tidak berlarut2, kita juga Husnudhon kepada 2 Kader tsb, kalaupun salah satu atau keduanya SALAH/Keliru nanti bisa di lanjutkan acara permohonan MAAF, karena tidak ada SATUPUN manusia yang MAKSUM kecuali Nabi Muhammad SAW.
Kita mengkomentari 2 Kader tsb, kalau kita salah komentar Kita akan berdosa, dan malu kok masalah begini saja jadi ajang pertengkaran, mana kerukunan kita... (cuma di teori kitab saja).
Allahu A'lam.

nurhadi said...

Memang banyak orang yang lupa asal usulnya. Dia mengharamkan tahlil padahal dia semasa kecilnya sering makan "berkat" dari tahlil, Maka sebaiknya Jamaah MTA ojo keminter, yang hanya menafsirkan Alqur'an menurut akalnya sendiri. Tolong dibaca Hadits-hadits Nabi. Kalau Nggak mau mengambil sumber dari hadits maka saya ragu apakah itu Islam atau bukan.

Anonymous said...

Aku menemukan link Klarifikasi MTA silakan simak:

http://havermut.wordpress.com/2012/02/08/pelurusan-berita-bohong-oleh-pimpinan-mta-majelis-tafsir-al-quran/

Irfan Ahmad said...

Pak Nurhadi kayaknya termakan isu juga nih,,,
Yang sering saya dengarkan dari radio MTA, ustad Sukino sering bilang "jangan melarang orang yang masih suka tahlilan, kita dulu juga melakukannya, karena sekarang sudah tahu tidak ada tuntunannya dari Al Qur'an maupun Hadits Nabi maka kami tinggalkan. Mungkin itu karena kebodohan saya yang tidak bisa menemukan dalilnya."
Yang kedua MTA tidak pernah menafsirkan Al Qur'an sendiri tapi mempelajari tafsir-tafsir Al Qur'an yang sudah ada kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Yang ketiga, kalau pak Nurhadi bilang MTA nggak mau mengambil sumber dari hadits itu salah, ini brosur-brosur MTA, pengambilannya dari Al Qur'an dan Hadits-hadits yang shahih, di MTA kitab-kitabnya Insya Allah lengkap, http://mta-online.com/v2/download-area/

Anonymous said...

Yg ingin kasih komentar ttg MTA... sebaiknya mencontoh Abah HIKAM.

Jangan komentar sebelum "kunjungi website www.mta-online.com" kmudian baca artikel2nya, download brosur2nya, download rekaman pengajiannya, jk perlu ikuti pengajiannya setiap ahad pagi "bebas tanpa daftar tanpa absensi" setelah itu silakan baru komentar.. biar agak nyambung... bukan malah fitnah. Sungguh besar dosa2 orang yg menyebar fitnah... fitnah adalah buaday org2 kafir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Ali Imran-3:118)

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka (guru2 mereka, ustad2 mereka...) Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (Al Kahfi-18:5)

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An-Nuur 24:15)

Pada hari ini (akherat) Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yaa Siin-36:35)

Anonymous said...

Kalau MTA mengkafirkan orang NU seenaknya. Ganti kita orang NU menjawab kok marah, di malangada dialogtapi yang biasanya mengkafirkan NU gkmau hadir .kalau begitu siapa yang berniat jelek

Irfan Ahmad said...

Mas Anonymous yth,
setahu saya MTA tidak pernah mengkafirkan orang lain, apalagi terhadap NU, kita semua tahu NU itu ormas Islam terbesar. Yang sering saya dengarkan dari radio MTA, Ustad Sukina menjelaskan hadits Nabi, bahwa yang membedakan antara orang Islam dengan orang kafir adalah sholat, jadi kalau tidak sholat ya kafir, itu kata Nabi Muhammad bukan pendapat MTA. Apakah seperti itu bisa dikatakan MTA mengkafirkan NU?
NU mau menjawab apapun, bahkan terhadap ceramah KH Marzuki Mustamar tsb di atas Ustad Sukina tidak marah sama sekali.
Kalau memang benar yang anda sampaikan bahwa MTA tidak mau diajak dialog, itu karena MTA meyakini ayat Al Qur'an yang menerangkan bahwa perdebatan itu dilarang. Lagi pula kalau beda pemahaman nggak mungkin bisa ketemu, sebaiknya ketemu untuk hal-hal lain yang bisa dikerjakan bersama-sama. Bagimu amalmu, bagiku amalku. Walaupun saya warga MTA tapi saya sering sholat jamaah di masjidnya orang NU, walaupun saya nggak pakai qunud tapi saya tetap mau jamaah subuh di masjid NU.

Anonymous said...

Aku geli baca bbrp komen2 di web ini. Betul kata komentator sebelumnya, contoh-lah MAS HIKAM.. Kunjungi webnya, download atau dengarkan pengajiannya.. BARU kasih KOMENTAR shg yg muncul bukan FITNAH kpd saudara MUSLIM.

Alhamdulillah, Aku diberi fasilitas Allah shg dg mudah bisa dengarkan pengajian NU, Muhammadyah & Salafi di masjid sekitar, jg dengarkan radio Al-Hidayah Solo (NU), Radio salafi (ada yg nuduh sbg: wahabi), radio Tauhid (ada yg nuduh: inkarusunnah), radio MTA (ada yg nuduh: sk kafirkan & bid'ahkan NU), dll.

Khusus kpd Anonymous said... yg nuduh "Kalau MTA mengkafirkan orang NU seenaknya". Coba kamu dengarkan pengajian Radio MTA ahad pagi 5x sj... nanti kamu tdk akan tersesat dg menuduh spt itu, dan tdk akan menyesatkan org lain dg tuduhan sperti itu.

Anonymous said...

Mas Hikam, sebenarnya sudah ada sikap berubah dari MTA dalam cara berdakwah. Jika kita simak di awal2 tahun 2005-2006, di sana akan kita temukan sebagian dari apa yang selama ini diresahkan warga NU. Kehadiran KH Sholahuddin di acara pengajian MTA di suatu cabang di Jateng dulu juga menjadi efektif untuk merubah sikap keras MTA. Ini juga mestinya dilakukan MTA untuk menyapa warga NU dnegan silaturahmi. Karena selama ini tak terjalin dengan baik. Mudah2an.. Amin. Abu Mawahib

qq said...

semua dikembalikan ajah ke quran dan sunnah. toh kata baginda rosululloh adalah wahyu yang diwahyukan kepada bliau, alias sunah tidak akan bertentangan dengan quran...tentu degan pemahaman yang soleh dan soheh

Kang UNTORO said...

Pengajiannya sangat provokatif.

Anonymous said...

AMIRUL M....
NU - MTA. PROKONTRA. sama-sama 1 agama yaitu ISLAM. lantas siapa yang akan menang?????? yang menang adalah ORANG-ORANG NON ISLAM!!!!!!!

saya lebih sepakat apabila kedua tokoh tersebut di pertemuka dalam satu majlis,, agar semuanya bisa lebih jelas dan tidak terjadi kesalah fahaman.
Siapa sebenarnya Ustadz Ahmad Sukina & siapa Almukarom KH.MARzuqi itu????

Dany said...

Assalamualaikum, Saya salut masih ada orang orang seperti pak Hikam. Kalau di NU banyak orang seperti pak Hikam, pasti NU akan semakin maju. Sebaliknya, jika model-model seperti Pak MArzuki, NU akan semakin ditinggalkan umatnya. Salam ukhuwah buat semua

ksatria bajaj hitam said...

Seharusnya para ulama meneladani pak Hikam dalam menyikapi perbedaan, isu dan fitnah kepada sesama muslim

Skandal publik said...

Kalau memang KH. Marzuki telah memfitnah A. Sukino, alangkah baiknya A. Sukino menempuh jalur hukum. Jika sudah ditempuh dengan jalur huku, maka saksi dan bukti akan diangkat dipersidangan. kenapa? Tidak dibawa ke ranah hukum pencemaran nama baik?

Saya melihat ada faktor ketakutan dari A. Sukino,
1. Takut dg massa NU. Padahal klo mau berjuang di jalan Allah, ngapain A. Sukino takut?

2. A. Sukino takut saksi dan bukti memberatkan dia.

3. A. Sukino takut ketahuan misi utamanya?

Pandangan saya mengatakan demikian, kita negara hukum kenapa hanya saling menghujat aja? kenapa g pake cara hukum?

JANGAN HANYA DOWNLOAD DI WEB MTA AJA, MALING TIDAK ADA YANG NGAKU. ;ANGSUNG DUDUK BERSIMPUH DENGAN A.SUKINO MENJADILAH MURIDNYA AGAR ANDA TAHU SEMUA KENYATAANNYA. JIKA DUNIA MAYA, MEREKA TAKUT DI SCREENSHOT GAMBAR N TULISAN DAN REKAMAN VIDEONYA DISEBAR. JIKA NGOMONG LANGSUNG, SAKSI DAN BUKTI MASIH SULIT...tolong difahami lagi..trims bung hikam

Irfan Ahmad said...

Sdr yang mengaku Skandal Publik yth, saya bisa senyum-senyum sendiri membaca komentar anda. Sepertinya anda belum tahu sama sekali MTA itu seperti apa, tapi sudah bisa menghakimi. Bukti-bukti kan sudah jelas, Al Mukarom KH. Marzuki jelas-jelas mengatakan seperti itu, pengajian MTA juga sudah jelas bisa didengarkan siaran langsung pengajiannya dari seluruh dunia.
Anda mengatakan ada faktor ketakutan dari A. Sukino, padahal setahu saya tidak seperti itu. Di MTA selalu ditekankan untuk mengamalkan hasil ngaji dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, kalau kita difitnah maka balaslah dengan kebaikan, dan ini yang dilakukan oleh Ustad Ahmad Sukino dengan memaafkan orang-orang yang telah memfitnah beliau walaupun belum/tidak dimintai maaf. Justru beliau merasa kasian dengan pak Kyai Marzuki ini khususnya, dan warga NU pada umumnya, kasian seorang kyai kok ceramahnya seperti itu, menanamkan kedengkian pada warganya terhadap kelompok lain.

must gatot said...

comentnya mas skandal publik sangat arogan.

Tanggal 28/5 dimasjid kami direncanakan ada pengajian safarinya KH Marzuki Musta'mar, semoga ada perwakilan yg datang dari teman2 saya di Tabligh, di MTA, dan di semua elemen yg pernah disebut dlm pengajian di atas bisa hadir.

Jika sampai isi pengajiannya tetap mengadudomba umat, biarkanlah pengadilan umat yg bicara dg cara tabayun terbuka.

Anonymous said...

Mohon hati" dlm mencermati berita dan wacana yg disampaikan lewat media, apalagi internet. Krn fakta sangatlah mudah diputarbalikkan keberadaannya. Kebenaran berganti fitnah, dan fitnah disulap menjadi kebenaran.

Menjelang Senja di Pantai Prigi said...

Alhamdulillah, semua komentar sudah saya baca, namun perang terbuka tidak muncul juga, artinya kita sesama muslim sekedar diskusi, tukar pikiran, untuk mengasah otak kita agar nggak sempat korupsi dll. semoga kita semua nanti bertemu di surga walaupun surganya berbeda-beda sesuai dengan amalan kita dan terserah kepada rahmat Allah... silakan dilanjut diskusinya... tapi nggak usah perang ya...

Anonymous said...

Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah men"CINTAI" manusia yg bertaqwa, kaya hati, dan menyendiri sehingga tidak suka menampakkan (memamerkan) amal-2nya." (HR Muslim)
(^_^) AMIN,.nn

Anonymous said...

MTA BOLEH ADA; TAPI JANGAN MENDESKRIDITKAN GOLONGAN TERTENTU LAH;;;NU MISALNYA....BUKTI BANYAK KANG MAS,....BEDA BOLEH....JANGAN MENGKAFIRKAN GOLONGAN ATAU ORANG LAIN.PADAHAL KAFIRMU SENDIRI ()MTA) GAK DI LIHAT....PINTER TAPI KEBLINGER...IKU SENG REPOT...., ENDINGE TAUBAT WAKTU MAU MATI...., GUS ZAFFA. BERJUANG TERUS KYAI MUSTAMAR....,,SALAM

Anonymous said...

Saya pikir kita lihat saja ... jika seseorang melakukan kebenaran maka dia pasti akan dilindungi Alloh dan akan bertahan dan menjadi besar ... Begitu juga sebaliknya, jika seseorang melakukan dosa atau kesalahan, lambat laun Alloh akan membuka kesalahan dan ditunjukkan pada orang lain ... Wallahu a'lam ...

Anonymous said...

mf mas..sy penasaran stlh membaca n mndngr antara phk A. Sukina dan KH Marzuki.... dari mana mereka belajar dan gurunya siapa..... bisakah ilmu (informasi mereka) dapat dipertanggung jawabkan...???

Anonymous said...

Saya pendengar radio MTA dari luar Jawa, tepatnya Lahat, dan saya merasa makin rajin ibadah...Insyaallah semoga saya selalu istiqomah, amin

Anonymous said...

Banyak orang dengan sangat berani mengajak orang lain hanya kembali ke Al Qur'an dan Hadits tanpa bisa tata bahasanya tanpa bisa ilmunya...bukankah terlalu sombong buat kita bilang mampu sendirian menjabarkan dan menterjemahkan sedang kita baca Al Qur'an dan Hadits saja dengan gratul2 dan mengartikannya sambil baca terjemahan..Hukum dasar Islam memang Al Qur'an dan Hadits dan kita wajib mempelajarinya tp dengan bimbingan orang yang tahu dan mumpuni ilmunya (Biar tdk tersesat)...jangan kita mengartikan semau dan di pas2kan dengan faham kita sendiri..AlQur'an dan Hadits itu suci tdk seperti kita manusia yang penuh hawa nafsu kotor..semoga Allah SWT memberi hidayah pada kita semua

kang jeri said...

Ya.. sebagai warga Nadliyin aja mendengar merasa tidak enak. Mulai sekarang NU harus berfikir maju, jangan terjebak pada masalah Bid'ah, kafir atau yang lainnya, mari kita kembangkan NU, kita perbanyak Madrasah2 NU, Rumah Sakit NU, Pukesmas NU. atau Pesantren2 NU dan yang lebih penting penanaman karakter ke NUan. tidak minder berstatus NU, bangga menjadi NU.
trimakasih.

Enjang Burhanudin said...

bergurulah kepada orang yang JELAS KEILMUANNYA.. BACA AL-qUR'AN BETUAL MAKHRAJ DAN TAJWIDNYA, JANGAN KEPADA YANG BELEPOTAN KAYAK UST SUKINO.. SEKARANG BANYAK YANG MENGAKU KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN DAN HADITS, TAPI ISINYA BERDASAR PEMAHAMAN MEREKA, BUKAN DARI SUMBER-SUMBER TAFSIR MAUPUN SYARAH HADITS YANG MU'TAMAD..

Ari Hartana said...

dari semua komen yang saya baca "Sudah Kelihatan Mana yang Bermanfaat dan Mana yang Kurang Bermanfaat untuk Umat" dan saya juga sudah menentukan sikap mana yang harus saya ikuti,

Ari Abidin said...

Aslkm KH Marzuki Mustamar sedang dituntut di MABES POlRI oleh MTA atas pengajian yang berisi fitnah di atas. Sebaiknya pak HIKAM segera menutup tayangan pengajian itu, kalau tidak akan saya usulkan pak Hikam juga dituntut ke meja hijau karena IKUT MENYEBARKAN FITNAH. Waslkm

THE HIKAM FORUM said...

Saya sudah lama tidak mengecek tayangan tsb, dan baru saja mencoba cek setelah membaca ancaman anda. Ternyata tayangan tsb sudah tak ada. Saya tidak tahu apakah yng menghapus pihak You Tube atau siapa.

mnm_ary said...

Lha Ust. Sukino aja sdh memaafkan kok kita yg koment mlh ada yg emosi, klo sy mendengar isi pengajian dari KH.marzuki mustamar yg provokatif & menuduh, malah sy jd lebih cr informasi (brosur,radio, youtube,berita2)ttg MTA ternyt malah saya jadi ngerti pemahaman MTA dasarnya Qur'an&Sunah, ndk ada yg aneh dalam memahaminya?
kalau beda pemahaman biasa. Mungkin kalau org2 NU di grassroot seperti Mas Hikam atau Gus Dur, kejadian2 seperti pembubabaran,fitnah,demo thd MTA tdk seperti itu.
Supaya umat Islam besar (kan NU organisasi besar?), pemahaman2 Mas Hikam atau Gus Dur ttg rasionalitas dan toleransi mulai ditransfer ke grassroot, ya paling tidak ke Organisasi2 pelajar/ mahasiswanya spt PMII.

abbaz said...

mari sama2 introspeksi diri, tak perlu saling sikut hanya untuk cari pengikut. Sama2 ngaji Islam ya udah jalan seiring saja lebih indah jadinya dan gak diketawain orang kafir

kalammusafir said...

setahu saya,ustad sukina tidak pernah mengkafirkan siapapun, apalagi warga nu. dia hanya mengkafirkan orang yang tidak shalat. dari diskusi di atas tampak bahwa ada warga yang kebakaran jenggot tanpa pernah mendengar sendiri ceramah sukina, apalagi mengklarifikasinya. ciri khas manusia yang tidak/kurang terpelajar. banyak juga yang berkomentar asbun, tanpa pernah sekali pun melihat/mendengar/membaca kajian yang dijadikan perdebatan. ciri khas manusia yang tidak bertanggungjawab. saya sama sekali bukan anggota MTA maupun nu. saya orang bebas merdeka, tapi mau pakai otak saya yang cuma sedikit ini. terimakasih untuk mas hikam.